Tidak di Sekolah Unggulan

04/07/2011

SAMARINDA—Walikota Samarinda H Syaharie Jaang mengemukakan sekalipun keponakannya, jika memang tidak memenuhi standar masuk di sekolah unggulan, terpaksa konsekuensi mendaftar di sekolah sesuai standar yang diraihnya.

“Saya bilang sama adik saya, Alhamdulillah karena keponakan saya bisa masuk di SMPN 24, tidak bisa dipaksakan ke sekolah unggulan kalau memang nilainya tidak cukup. Masih syukur di SMPN 24, kita dulu waktu sekolah di hulu (Mahakam), berjalan kaki ke sekolah,” ungkap walikota dalam sambutannya pada Peringatan Hari TB, Kesatuan Gerak PKK, Lansia dan Anak Nasional di rumah jabatan walikota, Minggu (3/7).

Walikota menegaskan sekaligus menyampaikan permohonan maaf, sekalipun keponakannya maupun anak-anak tim suksesnya, jika nilainya tidak mencukupi, dirinya tidak bisa berbuat apa-apa.

“Makanya jauh-jauh hari saya juga sudah mengingatkan kepada anak saya yang naik kelas 3 SMP, supaya belajar dengan giat dan berdoa, supaya saat lulus nilainya mencukupi untuk masuk sekolah unggulan. Begitu pula anak-anak yang lainnya,” pesan Syaharie Jaang.

Baca entri selengkapnya »


Tunjangan Profesi Guru Dihentikan

30/03/2009

2699525pPara guru keberatan dengan keluarnya surat dari Menteri Keuangan (Menkeu) tentang penghentian sementara tunjangan profesi guru dan dosen. Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Jawa Tengah (Jateng), Sudharto di Semarang, Minggu (29/3) mengatakan, pihaknya menyesalkan keluarnya surat dari Menkeu tersebut, sebab pasti menimbulkan kecemasan di kalangan guru. “Bahkan, akan melukai hati para guru, karena tunjangan tersebut semestinya menjadi hak guru,” katanya. Baca entri selengkapnya »


Homeschooling Alternatif Pendidikan yang Semakin Diminati

28/03/2009

Homeschooling (HS) atau sekolah rumah merupakan alternatif pendidikan yang semakin diminati. Apa dan bagaimana persisnya?

Suatu hari, seorang ibu menghubungi Yayah Komariah, SPd (40), pendiri sekaligus Ketua Komunitas Sekolah Rumah Berkemas (Berbasis Keluarga dan Masyarakat). Si ibu menceritakan problem hidupnya, termasuk derita anaknya yang duduk di bangku SMA. “Anak saya tidak berani sekolah,” katanya.

Rupanya, gara-gara masalah bisnis ayahnya, si anak jadi takut sekolah. “Bapaknya diancam lawan bisnisnya. Anak-istrinya juga diteror. Di sekolah, si anak tadi ditongkrongi. Jelas, si anak ketakutan,” tutur Yayah mengisahkan kembali penuturan ibu tadi. Baca entri selengkapnya »


Dikembangkan, Pembelajaran Matematika Horizontal

28/03/2009

foto-stephen-belajar-desimalKonsep pembelajaran Matematika horizontal dikembangkan Stephanus Ivan Goenawan, pengajar di Universitas Katolik Atma Jaya, Jakarta. Metode horizontal ini merupakan metode perhitungan di mana proses penyelesaian dilakukan secara mendatar (horizontal) dari arah kanan menuju ke kiri. Bilangan desimal biasa dikonversi dengan notasi pagar (I). Upaya untuk mengenalkan konsep pembelajaran Matematika dengan cara tidak konvensional (selama pembelajaran Matematika menggunakan metode vertikal) dilakukan dengan menggelar olimpiade kreativitas angka yang diikuti siswa SD hingga perguruan tinggi. Baca entri selengkapnya »


Siapkah Sekolah Menerima Internet?

26/03/2009

internet-masuk-sekolahTema diskusi menarik di seminar yang diadakan oleh Forum Teknologi Informasi untuk Pendidikan (FORTIP) di Hotel Atlet Century, Senayan dengan materi yang dbawakan oleh Romi Satrio Wahono berjudul “Memikirkan Kembali Internet untuk Sekolah”. Diskusi dibuka dengan cerita perkembangan teknologi informasi dan pemanfaatan Internet di berbagai bidang. Bahwa di dunia Internet juga ada dunia gelap dan cybercrime yaitu pornografi, cracking activities, carding dan software piracy.

Baca entri selengkapnya »


Membuka Borgol Tanpa Kunci? Ternyata Tak Perlu Kesaktian

25/03/2009

Tulisan ini aslinya berasal dari situs pribadi Ustadz Abdillah Syafei,S.Ag. Beliau adalah guru Pendidikan Agama Islam di SMPN 29 Samarinda (guru sekolah ini juga…). Beliau ingin menghancurkan ‘mitos’ yang selama ini banyak diyakini oleh sebagian masyarakat bahwa membuka borgol, gembok, atau alat pembelenggu lainnya tanpa menggunakan kunci hanya bisa dilakukan oleh seorang yang memiliki ilmu kesaktian.

Melalui pengalaman beliau meneliti ilmu-ilmu supranatural dan membongkar praktek-praktek ‘penipuan’ alias trik para magician, dukun, bahkan orang yang dianggap suci beliau memaparkan RAHASIA MEMBUKA BORGOL TANPA MENGGUNAKAN KUNCI. Unik memang… Hanya dengan sebuah JEPIT RAMBUT atau yang dalam istilah masyarakat kita disebut KEP. Sebuah BORGOL yang tampak seram bisa “LETOY” alias nggak berdaya. Bagaimana slengkapnya…? Yuk kita ikuti. Baca entri selengkapnya »


20 Persen APBD, Kurang Menjawab Persoalan Pendidikan

24/03/2009

taher-tjapah1Beberapa dewan pendidikan provinsi dan kabupaten/kota merasa bangga karena telah berhasil mendorong pemerintah daerah mengalokasikan 20 persen Anggaran Belanja dan Pendapatan Daerah (APBD) untuk pendidikan.
Fenomena itu tergambar dalam diskusi antar dewan pendidikan dalam acara Lokakarya Dewan Pendidikan Angakatan ke 2 di Wisma Bahtera Jl Raya Cipayung 256, Bogor, 17 Maret 2009. Salah satunya adalah Drs HM. Taher Tjappah, MM., (71) Ketua Dewan Pendidikan Kota Samarinda, Kalimantan Timur.
Baca entri selengkapnya »


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.