5 Langkah Cegah Depresi

Sebenarnya Gunawan, 35 tahun dikenal sebagai sosok yang cukup humoris ramah dan sabar. Namun entah kenapa, belakang ia terlihat sedikit pendiam di antara rekan sekerjanya. Awalnya, di antara rekan-rekannya Gunawan dikenal sering melontarkan joke sehingga rekan sekantornya merasa terhibur. Tapi beberapa hari ini ia berubah menjadi seseorang yang mudah tersinggung. Hal ini terjadi setelah beberapa waktu lalu, target pendapatan yang menjadi tanggung jawabnya tidak tercapai, padahal ia telah berjanji mampu meningkatkan pendapatan perusahaan berdasarkan ide yang diutarakan dalam rapat.

Lain di kantor lain pula di rumah. Setiap bangun tidur, Gunawan mengaku kepalanya sering terasa sakit, karena selalu tidur larut malam. Melihat perubahan pada suaminya, Marcela tergerak untuk membujuk Gunawan pergi ke psikiater kenalannya. Akhirnya psikiater itu menyatakan bahwa Gunawan mengalami gejala depresi.

Mendengar kata depresi, memang seringkali tergambar dalam benak kita seseorang yang mengalami gangguan mental seperti sering melamun, sires hingga mengarah pada kelainan jiwa. Padahal tidak seperti itu. Depresi merupakan gangguan mental yang sering terjadi di tengah masyarakat dan terkait pada masalah emosi manusia yang masih normal. Depresi bisa membuat Anda merasa bersalah tanpa alasan. Depresi pun bisa membuat Anda merasa tidak berguna, meski Anda telah melakukan apa saja yang menurut Anda adalah yang terbaik. Depresi juga bisa menyebabkan Anda tidak berminat terhadap hal-hal yang sebelumnya Anda sukai.

Menurut dokter Danardi Sosrosumihardjo SpKJ(K), seorang spesialis kedokteran jiwa menyatakan, depresi adalah fluktuasi emosi yang bersifat dinamik, mengikuti suasana perasaan internal ataupun eksternal individu tersebut. “Seringkali depresi berdampak pada fisik seseorang, misalnya masalah pada saluran pencernaan, kardiovaskuler, saluran pernapasan, bahkan nyeri kronik seperti nyeri punggung dan nyeri kepala, hingga hilangnya libido seks,” jelas koordinator Pelayanan Masyarakat Departemen Psikiatri Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dan Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo ini. Seringkali orang datang dengan keluhan-keluhan seperti tadi.

Tetapi mengapa depresi bisa menimbulkan keluhan-keluhan fisik itu? Soal ini dijelaskan oleh dokter Syailendra WS. Sp.KJ, psikiater dari rumah sakit Pertamina yang menjelaskan bahwa depresi menyebabkan terganggunya keseimbangan hormon serotonin dan dopamine. Pada orang yang depresi dan cemas, adrenalin juga meningkat. Ini akan meningkatkan tekanan darah dan suhu tubuh. Pada saat yang sama, seseorang yang didera depresi juga cenderung berperilaku buruk seperti makan tidak teratur, merokok, mengkonsumsi alkohol dan zat berbahaya lainnya.

Semua ini akan mendorong munculnya berbagai keluhan fisik yang telah disebutkan tadi. Timbulnya beragam keluhan fisik pada penderita depresi sudah barang pasti akan memperberat kondisi jiwanya. Gejala depresinya akan bertambah berat. Jika dibiarkan, ini malah semakin menjerumuskan Anda pada kondisi kejiwaan yang lebih kronis dan berbahaya. Dokter Syailendra menjelaskan bahwa menurut kasus yang ada, hampir 50 persen kasus depresi terjadi pada usia 20 hingga 50 tahun. Untungnya, kemungkinan depresi rasa mau lebih besar terjadi pada wanita daripada pria.

Bangkitkan Motivasi

Depresi tidak langsung terjadi begitu saja tetapi secara bertahap. Awalnya bisa berupa sikap protes terhadap sesuatu yang terjadi pada dirinya. Ini bisa terungkap lewat bentuk kemarahan, protes, upaya menyangkal, mencari-cari kesalahan atau mengharapkan sesuatu kembali seperti semula. Kemudian meningkat kepada sikap putus asa. Merasa tidak ada lagi harapan, kesedihan yang mendalam dan berlarut-larut, sikap apatis, hingga berujung pada munculnya ide ekstrim untuk bunuh diri.

Kemudian bagaimana menghilangkan depresi bila semua gejala tadi menimpa Anda? Yang perlu Anda perhatikan dalam menangani masalah depresi, seperti saran dokter Danardi adalah adanya komitmen dan persistensi untuk menyelesaikannya. Tanpa dua hal tersebut, setiap individu akan menemui jalan buntu hingga akhirnya malah menambah problema emosi. Perasaan gagal dan bersalah muncul dalam benak Anda. Berupaya melepaskan diri dari perasaan putus asa yang membelenggu dengan cara introspeksi dan memotivasi diri. “Untuk apa saya harus marah dan bersedih?” tanyakan hal ini pada diri sendiri. Ubah dan buang jauh-jauh pola pikir negatif yang ada dalam benak Anda. Atau cobalah untuk dapat menerima kenyataan yang terjadi dan berpasrah diri. Hal ini ditunjang dengan menguatkan motivasi untuk bangkit dari perasaan putus asa.

Permasalahan yang sering terjadi adalah individu yang mengalami depresi seringkali memilih untuk menyimpan sendiri beban pikiran dan perasaannya. Sementara, peranan orang-orang terdekat atau keluarga juga sangat berpengaruh. Mereka menjadi saluran untuk berbagi perasaan, diskusi dan bersama-sama mencari solusi. Segala masukan yang diberikan dari orang yang terpercaya dapat menjadi solusi terbaik. Nah, inilah saat yang tepat untuk memantapkan motivasi Anda kembali untuk meraih harapan dan cita-cita Anda. 0 Irw

Langkah Mencegah Depresi
1. Pilihlah aktivitas positif dan menyenangkan yang dapat dilakukan.
2. Tetapkan target harian yang ringan dan dapat dicapai.
3. Rencanakan waktu untuk menangani setiap hal di masa mendatang.
4. Tetaplah sibuk meskipun sulit untuk merasa termotivasi.
5. Cobalah berkumpul bersama anggota keluarga atau orang lain yang dipercaya untuk berbagi perasaan dan kebersamaan dengan mereka.

Sumber: Male Emporium

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: