Waktu yang Tepat Usahakan Kehamilan

Tiga pertanyaan ini sering dilontarkan baik oleh pria maupun wanita, terutama pasangan yang sedang ingin memperoleh anak dan mengusahakan kehamilan. Apakah ada risikonya bila punya anak diatas usia 35 tahun? Dan kapan waktu yang tepat mengusahakan kehamilan. Silakan simak jawaban dari pertanyaan berikut:

Tanya (T): Berisikokah memiliki bayi di atas usia 35 tahun?

J: Sejak tahun 1970an wanita cenderung menunda kehamilan. Permasalahan yang mungkin dihadapi wanita diatas usia 35 tahun yang menghendaki kehamilan meliputi:

1. Kesuburan yang menurun : Seorang wanita dilahirkan dengan semua sel telurnya dan tingkat kesuburannya mulai menurun di awal usia 30an. Meskipun perawatan kesuburan bisa dilakukan, namun itu membutuhan biaya yang tidak sedikit, seringkali memusingkan, dan keras terhadap tubuh wanita.

2. Kemungkinan besar melahirkan anak kembar : Meskipun wanita usia 30an berkurang kesuburannya, ia memiliki kemungkinan yang besar untuk melahirkan bayi kembar.

3. Tingginya risiko keguguran : Risiko kehamilan yang berakhir dengan keguguran bertambah seiring dengan bertambahnya usia wanita; hal ini mungkin ada hubungannya dengan risiko wanita diatas 30 tahun yang cenderung mengandung bayi dengan kromosom yang tidak normal.

4. Meningkatnya risiko kelahiran yang bermasalah: Kemungkinan seorang bayi lahir dengan proses yang tidak sempurna meningkat dengan bertambahnya usia si ibu. Hal ini terbukti seasuai dengan kasus syndrome down berikut:

– Seorang wanita usia 25 tahun hanya memiliki 1 : 1250 kemungkinan melahirkan bayi dengan syndrome down.

– Menjelang usia 30, kemungkinannya menjadi 1 : 952.

– Menjelang usia 35, kemungkinannya menjadi 1 : 378.

– Menjelang usia 40, kemungkinannya menjadi 1 : 106 .

– Menjelang usia 45, kemungkinannya menjadi 1 : 30.

5. Komplikasi : Para ibu yang lebih tua bakal menghadapi kemungkinan komplikasi lebih tinggi selama kehamilan atau pada saat melahirkan dibanding mereka yang lebih muda. Mencakup: tekanan darah tinggi, diabetes, meningkatnya masalah pada plasenta, meningkatnya kesulitan saat hampir dan selama proses melahirkan, termasuk kemungkinan melahirkan secara cesar.

Daftar komplikasi tersebut mungkin terdengar menakutkan, namun Anda dapat melakukan beberapa hal untuk bisa menjalani kehamilan serta memiliki bayi yang sehat.

Misalnya, Anda bisa melakukan check-up kehamilan bahkan sebelum hamil dan melakukan perencanaan tentang kehamilan dengan bidan Anda.

Juga dianjurkan untuk:

– Berhenti merokok

– Berhenti menkonsumsi minuman beralkohol. Karena meskipun sedikit jumlahnya, alkohol tetap dianggap tidak aman.

– Hindari penggunaan obat jalan atau obat yang diresepkan tanpa persetujuan dokter selama mengusahakan kehamilan dan selama masa kehamilan.

– Lakukan olahraga secara teratur sebelum hamil; teruskan berolahraga selama masa kehamilan dengan persetujuan dokter.

– Miliki dan pertahankan berat badan yang sehat sebelum hamil.

– Ikuti panduan dokter untuk memperoleh berat badan yang sehat selama kehamilan.

Mulailah menkonsumsi multivitamin minimal 400 miligram asam folik bahkan sebelum mengusahakan kehamilan, dan teruskan kebiasaan ini selama kehamilan untuk mengurangi risiko kelahiran bermasalah.

Buatlah jadwal kunjungan prenatal yang teratur dengan dokter selama masa kehamilan.

T: Kapankah waktu yang tepat untuk mengusahakan kehamilan?

J: Wanita cenderung berovulasi dalam setiap siklus, namun lebih akurat untuk mengatakan bahwa wanita berovulasi 14 hari sebelum menstruasi. Wanita selalu berovulasi setiap waktu selama siklusnya, termasuk selama menstruasi meskipun hal ini tidak biasa.

Kesuburan tergantung dari tiga faktor, yaitu: sel telur yang sehat, sperma yang sehat, serta kondisi cairan rahim yang juga sehat. Seorang wanita berovulasi dalam satu siklus.

Sel telur yang hidup selama 12 sampai 24 jam akan luruh jika sel telur tersebut tidak subur.

Dalam kondisi cairan rahim yang sehat berfungsi untuk membantu dan menuntun sperma yang mungkin sekali mati dalam setengah jam atau bahkan tidak pernah mencapai sel telur), sperma dapat bertahan selama 5 hari dalam tubuh.

Sebuah metode symptothermal tentang kesuburan merupakan sebuah cara yang paling tepat dalam menentukan kapan waktu yang terbaik untuk mendapat kehamilan.

Metode ini terdiri dari dua bagian, yaitu:

1) sebelum seorang wanita berovulasi, observasi cairan rahim dikombinasi dengan perkiraan yang didasarkan riwayat siklus sebelumnya (menggunakan perhitungan kalender), dan

2) untuk memastikan ovulasi, perubahan dalam suhu tubuh basal dikombinasikan dengan cairan rahim.

T: Kapan seorang wanita pada siklus menstruasinya berada pada kemungkinan terbesar untuk hamil?

J: Sel telur keluar dari ovarium kurang lebih dua minggu sebelum awal masa mentruasi berikutnya.

Kesalahpahaman yang umum terjadi adalah bahwa sel telur keluar dari ovarium pada siklus pertengahan atau separuh waktu masa-masa menstruasi. Hal ini memang benar hanya kalau siklusnya selama 28 hari. (sesuatu yang tidak dapat diketahui kepastiannya sampai siklus itu berakhir dan menstruasi datang).

Seorang wanita bisa hamil karena hubungan seksual tanpa alat pelindung sampai 5 hari sebelum ovulasi. Sperma bisa bertahan dalam tubuh wanita selama 3 sampai lima hari, menunggu untukj membuahi sel telur selama proses ovulasi. Maka dari itu, mengira-ngira berapa lama masa menstruasi anda dan menghitung 14 hari ke belakang bukanlah merupakan cara yang efektif untuk mengontrol kelahiran.

Namun metode kesuburan tentang pengendalian kelahiran (satu prosedur bulanan yang sudah distandarkan) bisa menjadi cara yang efektif jika digunakan secara teratur dan tepat. Untuk mengetahui masa-masa subur, Anda harus melakukan hitungan hari, memeriksa cairan rahim, mengamati suhu tubuh dengan termometer basal setiap hari, serta membuat daftar pengamatan Anda. Metode ini juga memerlukan motivasi yang tinggi.

Kesadaran akan kesuburan bisa efektif jika diajarkan secara hati-hati, dimengerti secara menyeluruh, dan digunakan dengan benar. Kerugian terbesar yang mungkin terjadi adalah risiko kehamilan jika tidak menggunakannya dengan tepat; metode ini tidak bisa melindungi anda dari kemungkinan tertular penyakit kelamin termasuk infeksi HIV; ini membutuhkan 2 – 3 siklus untuk dipelajari serta digunakan dengan yakin; ini bisa menimbulkan kecemasan seksual jika lebih memilih tidak melakukan hubungan intim dari pada menggunakan metode pelindung saat dalam masa subur.

Terpenting, hal ini mungkin tidak praktis jika tidak menjalin hubungan yang kooperatif dengan pasangan seksual. (*/tim)
Sumber : Kapanlagi.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: