Dewan Pendidikan Partner Pemda, Sekolah, dan Masyarakat

dewan-pendidikanKeberadaan Dewan Pedidikan merupakan konsekuensi logis dari otonomi pendidikan. Di dalamnya, berbagai pemangku kepentingan (stake holder) yaitu pemerintah daerah, masyarakat, dan praktisi pendidikan berkumpul dalam rangka menentukan kebijakan-kebijakan pendidikan. Oleh karena itu, peran dan fungsi tiga komponen tersebut harus terkoordinasi dengan baik.

“Diharapkan Dewan Pendidikan dapat menjadi partner yang baik bagi Pemda, sekolah, dan masyarakat dalam mengembangkan pendidikan,” kata Direktur Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Departemen Pendidikan Nasional Prof. Suyanto, Ph.D. 

Dalam sambutan di acara Lokakarya Dewan Pendidikan yang diselenggarakan di Cipayung, Bogor, Jawa Barat, Prof. Suyanto menekankan pentingnya peran Dewan Pendidikan sebagai jembatan antara Pemda, sekolah, dan masyarakat.

Lokakarya Dewan Pendidikan merupakan salah satu kegiatan rutin dalam rangka pemberdayaan Dewan Pendidikan Provinsi dan Kabupaten/Kota yang diselenggarakan oleh Ditjen Mandikdasmen. Hingga saat ini, di seluruh Indonesia terdapat 444 Dewan Pendidikan yang terdiri dari 20 Dewan Pendidikan Provinsi dan 324 Dewan Pendidikan Kabupaten/Kota.

Untuk mempermudah pelaksanaan lokakarya, acara dibagi dalam empat angkatan. Lokakarya angkatan pertama diselenggarakan dua hari, 11-12 Maret 2009, di Hotel Purnama 2, Cipayung, Bogor, Jawa Barat. Pesertanya berasal dari tujuh Dewan Pendidikan Provinsi dan 122 Dewan Pendidikan Kabupaten/Kota. Sedanngkan, lokakarya tiga angkatan berikutnya rencananya akan diselenggarakan dalam bulan ini juga.

Berkaitan dengan pemberdayaan Dewan Pendidikan dan Komite Sekolah, Ditjen Mandikdasmen menggelar sejumlah program dan kegiatan, di antaranya workshop Dewan Pendidikan, pemberian subsidi stimulan Dewan Pendidikan, pemilihan Komite Sekolah Hibah Bersaing, dan lokakarya Komite Sekolah Hibah Bersaing.

Tujuan pelaksanaan program dan kegiatan tersebut adalah untuk mencapai sasaran yang telah ditetapkan dalam Rencana Strategis Depdiknas (key development milestones) 2005-2009, antara lain 50% Dewan Pendidikan Pendidikan telah berfungsi dengan baik pada tahun 2009, 50% Komite Sekolah telah berfungsi dengan baik pada tahun 2009, dan Dewan Pendidikan Nasional telah terbentuk pada tahun 2009.

Lokakarya didesain dengan pola kegiatan dari, oleh, dan untuk peserta. Salah satu kegiatannya yaitu presentasi empat Dewan Pendidikan mengenai praktik-praktik terbaiknya dalam menjalankan peran dan fungsinya di daerah masing-masing. Keempat Dewan Pendidikan tersebut itu yakni Dewan Pendidikan Provinsi Jawa Barat, Dewan Pendidikan Provinsi DIY Yogyakarta, Dewan Pendidikan Kota Batam, dan Dewan Pendidikan Kota Bangka Barat. Diharapkan acara ini menjadi wadah berbagi pengalaman di antara Dewan Pendidikan Provinsi dan Dewan Pendidikan Kabupaten/Kota.

Lokakarya ini juga menginformasikan kepada para peserta tentang rencana pembentukan Dewan Pendidikan Nasional yang akan dibentuk tahun ini. Selain itu, peserta mendapat penjelasan seputar publikasi Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Dalam lokakarya ini juga dilaksanakan penandatanganan Surat Perjanjian Kerjasama subsidi stimulan Dewan Pendidikan dan Surat Perjanjian Subsidi Publikasi BOS antara Dirjen Mandikdasmen dan Dewan Pendidikan Kabupaten/Kota.

Selain tentang Dewan Pendidikan, Prof. Suyanto juga bicara mengenai pencapaian medali emas oleh tim olimpiade internasional, anggaran pendidikan, BOS, dan pendidikan gratis.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: